Selasa, 06 April 2010

Si Pandai dan Sang Sahabat

Si PANDAi dengan langkah tegap menyusuri jalan setapak, menuju sebatang pohon besar yang rindang….. disana tampak sosok pribadi yang dikenalnya, dan si PANDAi pun menghampiri pribadi itu.
Si Pandai: maaf kisanak, sepertinya aku mengenalmu, apa kita pernah bertemu ?
Sang Sahabat: saudaraku, aku sahabat masa kecilmu, sahabat di desa tempat kelahiran kita.
Si Pandai: ah, sekampung kita rupa nya… bagaimana keadaan kampung kita ?
Sang Sahabat: saudaraku, aku meninggalkan kampung halaman bersamaan degan ketika kamu berangkat ke kota ini.
Si Pandai: oh begitu, apa saja yang sudah kau dapatkan di kota ini?
Sang Sahabat: kamu sendiri bagaimana ?
Si Pandai: ya, kota ini telah memberikan segala kelimpahan kemewahan yang menyenangkan kepadaku…
Sang Sahabat: oh begitu, bagaimana cara nya ?
Si Pandai: ah, kemana saja kamu ini, di kota ini apa sih yang tidak mungkin kudapatkan ? asal aku mau menyenangkan mereka, dengan sedikit saja basa basi dunia… mereka pun akan memberikan lebih kepada ku.

Rahasia Kekuatan Bawah Sadar

Manusia memiliki satu pikiran, dengan dua lingkup: pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Bedanya, pikiran sadar mampu menalar, membandingkan baik dan buruk, benar dan salah, positif dan negatif. Adapun pikiran bahwa sadar tidak menalar mana yang positif dan mana yang negatif, mana yang benar dan mana yang salah. Dan pikiran bawah sadar, menurut penulis buku ini, Joseph Murphy, memiliki kekuatan yang luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. ”Dalam pikiran bawah sadar Anda terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari segala kebutuhan Anda, yang menunggu dikembangkan dan diungkapkan,” tulis Murphy (hlm 3).

Antara dua lingkup pikiran tadi memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah, baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.

A N A T E S ® Versi 4.07 for Windows

Selamat dan terima kasih Anda telah membeli:
A N A T E S ®
Versi 4.07 for Windows

Program komputer khusus untuk ANALISIS TES PILIHAN GANDA dan TES URAIAN.
Bila data telah dimasukkan ke dalam hard disk, hanya dengan 1 (SATU) tombol saja Anda secara otomatis telah melakukan analisis tes sebagai berikut:
• Daya Pembeda tiap Butir Soal;
• Tingkat Kesulitan tiap Butir Soal;
• Korelasi tiap butir soal dengan Skor Total;
• Analisis peranan distraktor / pengecoh; dan
• Menghitung Reliabilitas Tes.
Ingat ! Hanya dengan satu tombol !!! Dalam waktu satu detik !!!
Hasil analisis dapat dicetak langsung atau disimpan dalam hard disk Anda dan di-edit.
Sungguh, Anda melakukan analisis tes begitu mudah, begitu praktis, begitu cepat, dan begitu akurat, hanya dengan membeli CD yang harganya terjangkau.
Bila Anda Guru, gunakan ANATES® untuk mendapatkan Angka Kredit kenaikan pangkat.

HISAB MENENTUKAN BULAN QOMARIYAH

Untuk menentukan bulan kamariah, khususnya bulan-bulan ibadah seperti Ramadan, Syawal, dan Zulkaidah, umat Islam menggunakan metode rukyat. Metode ini telah digunakan sejak berabad-abad hingga sekarang. Nabi saw sendiri juga menggunakannya dan memerintahkan penggunaannya. Akan tetapi setelah berkembangnya kajian astronomi di lingkungan umat Islam, sebagian umat beralih kepada penggunaan hisab untuk menentukan bulan kamariah. Ulama pertama yang dikenal membolehkan penggunaan hisab adalah seorang ulama Tabiin Besar Mutarrif Ibn ‘Abdillah Ibn asy-Syikhkhir (w. 95 H / 714 M). Sejak itu penggunaan hisab berkembang dan semakin banyak diterima hingga sekarang. Sering timbul pertanyaan: apakah penggunaan hisab itu syar’i dan apakah sesuai dengan sunnah Nabi saw? Apa dasar yang membenarkan penggunaan hisab itu?

Ada beberapa alasan bagi kebolehan penggunaan hisab, baik dari sudut pandang syar’i maupun dari sudut pandang astronomis (falakiah).